BERITA

  • Ucap Janji Praktikan Kefarmasian (Capping Day) 2017

    Ucap Janji Praktikan Kefarmasian (Capping Day) 2017

    Cinus Pos, Klaten. Kenapa Sumpah Profesi Perlu Diadakan ?
    Dalam menjalankan profesi, seorang asisten tenaga kesehatan senantiasa berpegang teguh dan berperilaku sesuai dengan kehormatan profesinya, sehingga sebelum menjalankan tugas profesinya itu para asisten tenaga kesehatan selayaknya mengangkat
    sumpah sebagai janji profesinya. “Makna dari sumpah profesi ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kewenangan yang anda miliki agar berjalan sesuai ‘rel’ nya, baik kepada pasien/klien, diri sendiri, yang yang paling utama adalah kepada Tuhan yang Maha Esa”.

    Pada hari sabtu, 23 Desember 2017 di Grand Tjokro Hotel Klaten telah terlaksana pelaksanaan Ucap Sumpah Janji Profesi.
    Tantangan di bidang pelayanan kesehatan menuntut kebutuhan akan tenaga kesehatan yang profesional dan memiliki nilai kompetensi yang berstandar. SDM kesehatan merupakan ‘tulang punggung’ dari sistem kesehatan nasional, sebagai penggerak roda
    kesehatan. Dalam Rangka menuju Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC) mutlak diperlukan asisten tenaga kesehatan yang cukup, terampil, terlatih, dan mempunyai motivasi kerja yang tinggi. Tantangan ke depan sebagai asisten tenaga
    kesehatan adalah dengan diberlakukannya ASEAN Community tahun 2015, di mana negaranegara Asean sepakat membuka kesempatan tenaga kerja masuk ke sesama negara anggota, termasuk tenaga kesehatan.

    Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Republik No 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 80 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Asisten Tenaga Kesehatan, dalam menjalankan pekerjaannya asisten tenaga kesehatan harus mampu menjaga kerahasiaan pasien, oleh sebab itu dipandang perlu dilakukannya angkat sumpah bagi asisten tenaga kesehatan. Bukan sekedar untaian kata tanpa makna ataupun tanpa bukti kerja yang nyata.
    Sumpah yang diucapkan oleh pribadi dari hati, dipimpin oleh rohaniawan sesuai agamanya beserta pula oleh kitab suci yang diyakini oleh hati masing-masing. Bukan hanya sekedar disaksikan oleh civitas akademika almamater, ataupun rekan profesi sesama sejawat yang lain, namun juga akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa dan negara, serta Tuhan Yang Maha Kuasa.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks